Selasa, 06 April 2010

Efek Kata-Kata

Dalam buku The True Power of Water, Dr Masaro Emoto membuktikan bahwa air dapat membawa pesan. Air yang dibacakan kata-kata positif akan merespon dan membentuk kristal-kristal positif yang merekah bagaikan bunga di pagi hari. Apalagi bila diucapkan di hadapan air adalah do’a-do’a.

Sebaliknya, jika yang diucapkan adalah kata-kata negatif, maka air akan membentuk kristal-kristal pecah yang berdampak negatif. Hasil penelitian ini menegakan pentingnya kata-kata positif bagi manusia yang 70 persen tubuhnya terdiri atas air.

Dalam kehidupan rumah tangga, tidak jarang anggota keluarga mengucapkan kata-kata negatif kepada anggota keluarga lainnya. Dampak dari ucapan negatif ini sering kali tidak disadari karena minimnya bahaya dari ucapan negatif itu. Kata “bodoh”, “pemalas”, “cengeng”, sering kali terucap dari bibir orang tua kepada anaknya.

Meski demikian, Allah mengingatkan agar seorang anak tidak mengucapkan kata-kata kasar kepada orang tuanya. “Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan uacapkanlah kepada mereka perkataan mulia”. (QS. Al-Isra : 23). Larangan mengucapkan kata negatif tentu tidak hanya berlaku pada anak terhadap orang tuanya. Larangan ini berlaku pada siapa saja dan terhadap siapa saja.

Selain berdampakmenyakitkan hati – yang berarti merusak hubungan kekeluargaan – kata-kata negatif juga mempengaruhi orang yang menjadi sasaran kata-kata itu secara psikologis. Dalam tubuh manusia yang 70 persen terdiri atas air akan terbentuk kristal-kristal pecah ketika sering menerima ucapan yang negatif. Bayangkan jika itu terjadi pada anak-anak kita.

Hasil penelitian Emoto juga menegaskan bahwa pada hakikatnya kata-kata memiliki kekuatan “mencipta”. Kata-kata negatif akan menciptakan sesuatu yang negatif dan kata-kata positif akan menciptakan sesuatu yang positif. Mungkin inilah rahasia sabda Rasulullah saw. : “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia mengucapkan kata-kata baik atau diam”. Hadist ini diriwayatkan oleh banyak imam hadist. Penemuan ilmiah Emoto tersebut sangat penting untuk menegaskan hikmah dibalik hadist di atas. Jika kita tidak mampu mengucapkan kata-kata yang baik, maka pilihan bijak adalah diam. Karena, ucapan negatif memiliki dampak negatif secara sosial dan psikologis yang berarti menciptakan ketegangan dan penyimpangan dalam kehidupan, baik kehidupan rumah tangga maupun kehidupan bermasyarakat. Maka, hendaknya kita ciptakan kehidupan yang baik dan damai dengan mengucapkan kata-kata positif kepada semua orang disekitar kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar